Tingkat Kematian Bayi Berkulit Hitam Tinggi

Tingkat Kematian Bayi Berkulit Hitam Tinggi

 

Tingkat Kematian Bayi Berkulit Hitam Tinggi menurut saya pribadi hal kematian itu bukan dilihat dari warna kulit sang jabang bayi putih merah atau hitam, jika semua telah dikehendaki yah tak adalah warna kulit lagi karena hakekat hidup adalah sang kuasa.

Tapi manusia tidak berhenti berpikir pada pemerhati bayi dan penelitian yang di bidang itu terus menggali rahasia dibalik kelahiran bayi apa saja keajaiban dan kekurangan yang ada, bahkan masalah yang mungkin sering terjadi adanya rentang kematian di warna bayi yang hitam lebih di spesialkan.

berdasarkan penelitian,  Sebuah kelompok ekonom dan epidemiologi telah meneliti 50 juta akte kelahiran untuk meneliti alasan apakah yang mendasari bayi berkulit hitam lebih memiliki resiko kematian yang lebih tinggi daripada bayi berkulit putih.

Bagaimana hasil penelitian mereka? Dan ini tidak seperti yang Anda bayangkan.

Antara tahun 1983 sampai 2004, angka kematian bayi berkulit hitam sebelum ulang tahun pertama dari 18,6 persen per 100.000 menjadi 12,3 persen, atau turun jadi sepertiganya.

Selama periode yang sama, tingkat kematian bayi berkulit putih turun dengan presentase yang sedikit lebih kecil yaitu dari 9 persen menjadi 5,3 persen per 100.000 kelahiran hidup. Walaupun demikian tingkat resiko kematian bayi berkulit hitam masih dua kali lebih tinggi daripada bayi berkulit putih.

Ada banyak penjelasan yang ditawarkan dalam kasus tingkat kelangsungan hidup ini, termasuk perbedaan dalam pendidikan, akses perawatan pra kelahiran, keterlibatan ayah maupun tingkat kematangan ekonomi.

"Ketika kami meneliti, ada faktor - faktor yang kami amati, termasuk usia ibu, tingkat pendidikan, status perkawinan dan negara tempat tinggal. Perbedaan dalam tingkat resiko kematian bayi berkulit hitam dan bayi berkulit putih stabil selama dua dekade," kata Steven Haider, Profesor ekonomi di Universitas Michigan.

Menekan Angka kematian Bayi
Dalam akte kelahiran tidak mencantumkan daftar kekayaan atau pendapatan si orang tua, sehingga para peneliti belum sepenuhnya berkesimpulan bahwa ibu berkulit putih mungkin lebih kaya dan mendapatkan fasilitas kesehatan yang lebih baik, meskipun kesimpulan itu cukup dekat.

Para peneliti memperkirakan bahwa 74 persen dari kesenjangan kematian bayi kulit hitam dan putih tidak dapat dijelaskan oleh perbedaan dalam faktor-faktor yang dapat diamati. Bahkan jika pembuat kebijakan bisa menemukan cara untuk menghilangkan ketidak-adilan di bidang pendidikan, keterlibatan ayah dan faktor lainnya, itu hanya akan menyumbang pengurangan kesenjangan sekitar seperempatnya.

Para peneliti mengadakan penelitian di berbagai benua dan negara termasuk Asia, dan mereka mendapatkan bahwa orang Asia memiliki tingkat kematian bayi yang lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang ibunya berkulit putih.


 

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.